次回の予定は下をクリック↓↓

最新記事

最新コメント

プロフィール

ジャカルタお掃除クラブ

Author:ジャカルタお掃除クラブ
お休みの日の朝、ジャカルタのお掃除をしています。誰でも参加できます。目指せ!きれいで清潔な街。ポイ捨てはダメですよ~。

月別アーカイブ

リンク

検索フォーム

RSSリンクの表示

QRコード

QR

ブロとも申請フォーム

スポンサーサイト

上記の広告は1ヶ月以上更新のないブログに表示されています。
新しい記事を書く事で広告が消せます。

Miskinnya Kesadaran Pengunjung Ennichisai Festival

Haii sobat JOC.

            2 hari yang lalu JOC ikut berpatisipasi dalam Ennichisai Festival yang diadakan di Blok M. festival tersebut berlangsung meriah, banyak pengunjung yang datang dan mereka sangat antusias dengan acara festival tersebut. Berbagai macam pertunjukan di tampilkan dalam festival ini. Mulai dari cosdplay anime jepang, tarian, lagu, dan Mikoshi. Stan-stan makanan jepang dan pernak-pernik tentang jepang pun meramaikan acara tersebut, namun sayang, kebersihan disekitar area festival tidak terjaga, terutama untuk stan-stan makanan, banyak sekali sampah-sampah bekas makanan yang berserakan disekitar stan tersebut, namun pedagang seolah tidak peduli dan cuek terhadap hal tersebut. Sungguh miris, mereka hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memperhatikan kebersihan terhadap makanan yang mereka jual dan tentunya hal tersebut akan menimbulkan penyakit. Entah kenapa pengunjung difestival tersebut pun seolah-olah cuek dan tidak peduli terhadap lingkungan disekitar festival yang amat sangat kotor, padahal kalau mereka mau sedikit saja peduli terhadap kebersihan disekitar festival tersebut tentunya akan membuat pengunjung yang lainnya merasa nyaman untuk berlama-lama menyaksikan atraksi yang ditampilkan dipanggung. Namun apa mau dikata kesadaran masyarakat Indonesia mengenai kebersihan masih sangat minim. Tidak heran kalau Jakarta sering banjir, karena masyarakatnya sendirilah yang membuat Jakarta banjir. Padahal sudah dari dulu guru-guru kita disekolah mengingatkan dan menganjurkan kita untuk tidak membuang sampah sembarangan, namun pada kenyataanya hal tersebut tidak dapat terealisasi dengan baik. Masih banyak anak-anak yang membuang sampah sembarangan dan parahnya orang tua mereka pun berlaku seperti itu di depan anak-anaknya, jadi tidak heran bukan kalau mereka mengikuti kebiasaan orang tua mereka.

       Di hari pertama kami melakukan kegiatan JOC difestival tersebut, kami melihat begitu banyak sampah berserakan dimana-mana, kami harus bekerja keras untuk dapat membuat area ini kembali bersih dan nyaman. Pada sesi pertama Ashida san sebagai pendiri JOC naik ke atas panggung utama untuk mengajak para pengunjung yang datang untuk ikut secara bersama-sama memungut sampah yang ada disekitar mereka, dan saya berserta relawan yang lainpun membagikan sarung tangan plastic kepada pengunjug agar tangan mereka tidak kotor, pada sesi pertama ini lumayan banyak pengunjung yang membantu kami membersihkan area festival meskipun banyak juga pengunjung yang hanya berdiri saja melihat aksi kami. Mungkin mereka merasa malu untuk membantu kami, malu karena harus melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh pembantu dan mengotori pakaian dan tangan mereka. Tapi setidaknya kami  berterima kasih bahwa masih ada orang yang peduli terhadap kebersihan walapun itu hanya segelintir orang saja.

              Sampah yang kami pungut rasanya tidak habis-habis, selalu menumpuk disana-sini. Dihari pertama kami melakukan kegiatan ada beberapa orang yang tampaknya penasaran dengan apa yang kami lakukan dan mengapa kami mau melakukannya. Saya mencoba menjelaskan kepada setiap orang yang datang ke stan kami mengenai kegiatan kami ini. Yaahhh mereka tertarik dan mereka juga merasa bahwa tidak sepantasnya orang asing lebih memiliki kepedulian terhadap kebersihan kota ini dan rela melakukan hal ini demi menjaga kota Jakarta tetap bersih. Namun sayang ketertarikan mereka tidak cukup membuat mereka tergerak untuk membantu kami, mereka lebih tertarik untuk menikmati acara yang berlangsung. Namun kami tak bisa memaksakan mereka, kegiatan yang kami lakukan bersifat sukarela, jadi tidak ada paksaan dari kami untuk bergabung bersama kami. Padahal kegiatan ini Cuma berlangsung hanya 10 menit disetiap sesinya, namun hal tersebut belum bisa membuat mereka ikut bersama kami untuk menjaga kebersihan kota ini,

             Dihari kedua kami melakukan kegiatan ini, Sampah-sampah tampaknya semakin menggunung, dan para pedagang pun makin cuek saja dengan sampah yang ada disekitar mereka,pengunjung yang datang pun lebih ramai dari hari pertama, ini terlihat dari sampah yang sudah menumpuk dibeberapa tempat, bahkan tong-tong sampah yang disediakan oleh panitia pun seolah-olah tidak sanggup menampung sampah yang memang sudah menggunung. Kami memulai kegiatan JOC pukul 2 teng,,, dan Ashida san dengan menggunakan pengeras suara mencoba untuk menghimbau dan mengajak para pengunjung yang datang untuk ikut membantu kami memungut sampah yang ada disekitar mereka secara sukarela. namun sayang, walaupun banyak pengunjung yang melihat aksi kami dalam memungut sampah mereka tidak sedikitpun tergerak untuk membantu kami. Ya tuhaaaannn dimana hati nurani mereka, sudah ditutupkah hati mereka? Mengapa mereka bisa begitu masa bodohnya terhadap kami. Apakah mereka tidak memiliki kepedulian lagi terhadap kota ini? Kenapa mereka bisa bersikap acuh tak acuh saat mereka melihat seorang nenek tua membungkuk mengumpulkan sampah yang ada didepan mereka dan juga orang-orang jepang yang bergotong royong memungut sampah, tampaknya hal tersebut sama sekali tidak membuat mereka tergerak untuk membantu kami? Sungguh sesuatu yang sangat memalukan bagi saya, kenapa orang jepang bisa lebih peduli terhadap kebersihan kota Jakarta daripada masyaraktnya sendiri? Kenapa? Apakah ini memang sudah menjadi budaya bagi bangsa kita?? Saya rasa tidak!!! Kita sering menuntut pemerintah kota Jakarta untuk membuat Jakarta bebas dari banjir, menginginkan Jakarta menjadi kota yang bersih, tertib dan nyaman, namun pada kenyataan masayarakat Jakarta sendiri tidak memmiliki kesadaran untuk dapat menjaga kebersihan dan kenyaman dilingkungan mereka sendiri, mereka sendiri yang membuat kota ini menjadi kotor, mereka yang mebuang sampah secara sembarangan. Kami tidak meminta mereka untuk membayar kami, tapi setidaknya mereka harus membantu kami untuk tetap menjaga kebersihan disekitar stan mereka sendiri. Sebegitu sulitkah bagi kita masyarakat Jakarta untuk mebuang sampah pada tempatnya?? Hal kecil seperti ini pun tidak dapat kita lakukan dengan baik bagaimana mungkin kita bisa menuntut kepada pemerintah untuk menciptakan kota yang bersih, nyaman dan bebas banjir kalau masyarakatnya saja tidak bisa menjaga kota mereka sendiri.

     Terlalu… mungkin kata ini bisa mewakili kekesalan saya dan juga relawan yang lain terhadap para pengunjung yang bersikap masa bodoh dengan kebersihan disekitar area festival, “ngapain repot-repot.. Tooohhhh,,,, sudah ada petugas yang bertugas membersihkannya”. Kata-kata itu terlontar dari salah seorang pengunjung yang datang ketika Ashida san mencoba mengajak mereka untuk ikut berpatisipasi bersama kami. Sungguh kata yang tidak pantas diucapkan oleh kita sebagai bangsa besar yang beradab. Saya tidak habis pikir apa yang ada diotak mereka sampai mereka bisa berbicara seperti itu. Walaupun sudah ada petugas yang bertugas menjaga kebersihan disekitar area tersebut namun tidak ada salahnya toh kita membantu meringankan beban mereka, mereka juga manusia yang butuh istirahat dan makan sama seperti kita, mereka sudah melakukan tugas yang mulia, karena kalau tidak ada mereka para Cleaning Service tentunya kota ini sudah tenggelam oleh sampah. Sebegitu hinakah pekerjaan mereka sehingga kita bisa seenaknya membuang sampah sembarangan!!!..

         Mungkin akan lebih baik jika setiap diadakannya suatu acara, ketua panitia membuat aturan yang tegas kepada stan-stan yang berpatisipasi untuk menjaga kebersihan disekitar stan mereka, dan menghimbau kepada setiap pengunjung yang datang untuk membuang sampah pada tempatnya setidaknya hal kecil tersebut bisa membantu untuk membuat area disekitar acara tetap bersih dan nyaman.

         Kami para relawan dari JOC meresa sangat senang dapat berpatisipasi dalam festival Ennichisai, dan kami juga mengucapkan terima kasih kepada pantia dan rekan-rekan pengunjung yang sudah meluangkan waktunya untuk datang ke stan kami dan membantu kami.


Tetap jaga kebersihan yaaa.

Salam

Desi

コメント

Dear dear Desi,

Terima kasih banyak atas tulisan ini.

Makasih ya desiiii...^^

wah! desi antusias bangeeet...!!
sebaiknya kita semua semangat lagi kyk desi ya!^^
entar aku coba nerjemahin komentarmu.
tp emang butuh waktu deh...hehe
みなさま、時間が少しかかりますが、デシちゃんの記事を翻訳してみますね。

ありがとう。Terima kasih.Saya mengerti hati Desi yang panas untuk JOC!あなたの熱い思いは、私よくわかってます。初めて会った時のこと思い出深いです。 Ayo bersih lagi degan saya.また一緒に活動しましょうね。

Desi, あついい!! Desi kereen!
Sama seperti Desi, saya juga kesal melihat mereka yang tidak bertanggung jawab dengan sampahnya sendiri. Mungkin kalau tidak ada tempat sampah didekatnya, atau tempat sampah penuh, mereka seharusnya menyimpannya sendiri dulu.
Atau mungkin harus ada himbauan juga untuk masyarakat untuk bawa kantong plastik sendiri, jadi bisa menyimpan sampah kalau didekatnya tidak ada tempat sampah.
Selanjutnya ayo kita lebih bersemangat untuk membersihkan Jakarta (semoga kota yang lain juga begitu)...
Ini juga harusnya jadi agenda untuk calon gubernur kita, hahahaha
Kalau begitu, sampai ketemu lagi. ^^

コメントの投稿


管理者にだけ表示を許可する

トラックバック

http://jakartaosojiclub.blog.fc2.com/tb.php/42-3f57238a

 ホーム 


上記広告は1ヶ月以上更新のないブログに表示されています。新しい記事を書くことで広告を消せます。